Logo Design by FlamingText.com

Selamat Datang

Selamat Datang
"Terima Kasih dan Mohon di Share Jika Konten Ini Bermanfaat"
"Peace, Love, Life and Fun"

Kamis, 16 Februari 2017

Sejarah Motogp

MOTOGP

Informasi Profil
Pertama kali diadakan: 1949
Awal Diselenggarakan oleh: Fédération Internationale des
Clubs Motocyclistes
Grand Prix Sepeda Motor (MotoGP) mengacu pada kelas
puncak dari balap motor, saat ini terbagi dalam tiga kelas
mesin yang berbeda: Moto3, Moto2 dan MotoGP. Motor-
motor yang digunakan di MotoGP adalah motor yang dibuat
khusus untuk balapan dan tidak dijual untuk umum. Hal ini
berlawanan dengan beberapa balapan kategori produksi,
seperti World Superbike yang melombakan versi modifikasi
dari motor-motor yang tersedia untuk umum.
Sejarah
Kejuaraan dunia untuk balap motor pertama kali
diselenggarakan oleh Fédération Internationale de
Motocyclisme (FIM), pada tahun 1949. Pada saat itu secara
tradisional telah diselenggarakan beberapa balapan di tiap
event untuk berbagai kelas motor, berdasarkan kapasitas
mesin, dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas-
kelas yang ada saat itu adalah 50 cc, 125 cc, 250 cc, 350
cc, dan 500 cc untuk motor single seater, serta 350 cc dan
500 cc untuk motor sidecars. Memasuki tahun 1950-an dan
sepanjang 1960-an, motor bermesin 4 tak mendominasi
seluruh kelas. Pada akhir 1960-an, motor bermesin 2 tak
mulai menguasai kelas-kelas kecil.
Periode mid 1970 - 2001
Pada tahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar
menyingkirkan mesin-mesin 4 tak. Pada periode ini
beberapa motor seperti Kawasaki H1-R, MV Agusta 500
Three, memilih menggunakan mesin dua langkah tiga
silinder. Dengan motor tiga silinder nya, MV Agusta sukses
memborong juara dunia pembalap dalam rentang 1966 -
1973.
Tahun-tahun sebelumnya, MV Agusta juga sukses dengan
motor empat silinder nya sejak 1956 - 1965 melalui
pembalapnya John Surtees, Gary Hocking dan Mike
Hailwood. Pemilihan mesin tiga silinder biasanya
dilatarbelakangi untuk mendapatkan bobot yang ringan
sehingga sehingga mampu mengeksekusi tikungan lebih
cepat dan memperoleh hasil kualifikasi yang lebih baikPada
tahun 1979, Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak di
kelas puncak dengan menurunkan motor NR500, namun
proyek ini gagal, dan bahkan pada tahun 1983 Honda
mampu meraih kemenangan dengan motor 500 cc 2 tak
miliknya. Pada tahun 1983, kelas 350 cc akhirnya
dihapuskan. Kelas 50 cckemudian digantikan oleh kelas 80
cc pada tahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh
pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan
pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari
kejuaraan dunia pada tahun 1990-an, menyisakan kelas 125
cc, 250 cc, dan kelas 500 cc.
Di era 1997-an saat kebanyakan motor Grand Prix 500
menggunakan mesin empat silinder, KR3 Modenas tercatat
sebagai satu-satunya tim sekaligus pabrikan yang masih
menggunakan mesin tiga silinder. Sayang sampai dengan
datangnya era 4-tak mesin tiga silinder KR3 tidak bisa
berbuat banyak, karena kalah power dengan mesin emapt
silinder meskipun di sisi lain memperoleh benefit dari segi
bobot.
GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix,
telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari
pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari
balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500 cc,
baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang
mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene
menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar
Tahun 2002
Merupakan tahun transisi, periode terakhir mesin dua
langkah diperlombakan dalam kompetisi kelas premier.
Sepanjang tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya
pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin
khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990 cc, dan
berubah menjadi 800 cc di musim 2007.
Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder
yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas
berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc
besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi
MotoGP. Seluruh tim pabrikan seperti Yamaha, Honda, dan
Suzuki masing-masing memilih untuk berkompetisi
menggunakan mesin empat langkah terbarunya. Praktis,
hanya tim satelit saja yang masih berkompetisi
menggunakan mesin 500 cc dua langkah.
Seluruh seri di musim ini di dominasi oleh motor-motor
empat tak.
Valentino Rossi, 11 race (Honda RC 211V)
Tohru Ukawa, 1 race (Honda RC 211V)
Max Biaggi, 2 race (Yamaha YZR M1)
Alex Barros, 2 race (Honda RC 211V)
Tahun 2003
Seluruh tim di kelas premier motoGP tidak ada lagi yang
menggunakan mesin dua langkah. Tersisa kelas 125 cc dan
250 cc saja yang masih belum diatur transisi nya menuju ke
era empat langkah.
Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di
kelas MotoGP. Untuk kelas 125 cc dan 250 cc secara khusus
masih menggunakan mesin 2 tak.
Periode 2007 s/d Sekarang
Perubahan yang terjadi sebatas perihal kubikasi maksimal
yang diperkenankan yang diturunkan menjadi maksimum 800
cc di tahun 2007 dan berlangsung selama lima musim. Di
tahun 2012 hingga sekarang, batas kubikasi mesin ini
kembali dinaikkan menjadi 1,000 cc.
Balap untuk kelas MotoGP saat ini diselenggarakan
sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol
menggelar 3 seri balapan). Balapan biasa digelar setiap akhir
pekan dengan beberapa tahap. Hari Jum'at digelar latihan
bebas dan latihan resmi pertama, kemudian hari Sabtu
dilaksanakan latihan resmi kedua dan QTT, di mana para
pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk
menentukan posisi start mereka.
Balapan sendiri digelar pada hari Minggu, meskipun ada seri
yang digelar hari Sabtu yaitu di Belanda dan Qatar. Grid
(baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan
biasanya setiap seri balap diikuti oleh sekitar 20 pembalap.
Balapan dilaksanakan selama sekitar 45 menit dan pembalap
berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa
masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar.
Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal
balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi.
Pembalap boleh masuk pit jika hanya untuk mengganti
motor karena hujan saat balapan.
Organisasi dalam MotoGP
Kesuksesan Balap MotoGP tidak terlepas dari organisasi-
organisasi yang terlibat di dalamnya. Beberapa organisasi
yang tergabung dalam komisi Grand Prix antara lain FIM,
Dorna, IRTA, dan MSMA.
FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) merupakan
badan tertinggi di dunia yang mengurusi hal-hal seputar
sepeda motor. FIM yang berdiri pada tahun 1904 ini tidak
hanya mengurusi balap motor, tetapi juga menjadi pengawas
motor-motor produksi yang dijual masal, terutama soal
keamanan dan kelayakan. Dalam kegiatan balap motor, FIM
adalah badan yang mengurusi dan bertanggung jawab
mengenai regulasi dan teknis pelaksanaan balapan, juga
mengenai status, taraf, dan kriteria dari sebuah kejuaraan
balap motor.
Dorna adalah organisasi penyelenggara balapan MotoGP,
atau dengan kata lain Dorna adalah promotor kejuaraan
MotoGP. Dorna bertanggung jawab terhadap kualitas event
dan juga mengurusi sponsor event.
IRTA (International Road racing Team Association), anggota
organisasi ini terdiri dari tim-tim yang mengikuti balapan
MotoGP. Organisasi ini berfungsi untuk menyalurkan aspirasi
tim dan para pembalap yang tergabung di dalamnya. Dengan
organisasi inilah pembalap dapat memberikan masukan dan
menentukan hak-hak dan kepentingannya, antara lain nilai
kontrak, keamanan dan kelayakan sirkuit.
MSMA (Motor Sport Manufacturer Association) merupakan
organisasi dalam MotoGP yang terdiri dari pabrikan-
pabrikan motor yang mengikuti kejuaraan MotoGP, seperti
Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki, Kawasaki, dan pabrikan
lainnya. Fungsi dari organisasi ini antara lain memutuskan
peraturan teknis mengenai regulasi motor bersama dengan
organisasi lain yang tergabung di komisi Grand Prix.
Perubahan Penting Regulasi
Pada tahun 2002, kelas 500 cc digantikan menjadi MotoGP,
kapasitas motor yaitu 990 cc.
Pada tahun 2005, sebuah peraturan baru untuk MotoGP
telah diberlakukan yaitu flag-to-flag. Sebelumnya, jika
sebuah balapan dimulai dengan start dalam kondisi sirkuit
kering dan hujan turun, pembalap terdepan dapat
mengangkat tangan untuk menghentikan lomba, demikian
juga dengan para ofisial mengibarkan bendera merah untuk
menghentikan balapan, kemudian balapan dimulai lagi
dengan menggunakan ban basah. Sekarang jika hujan turun
saat balapan tidak ada lagi bendera merah, para pembalap
langsung menuju pit untuk mengganti ban sesuai kebijakan
tim.
Pada tahun 2007, kelas MotoGP diturunkan kapasitas
mesinnya, menjadi 800 cc.
Pada tahun 2010, kelas MotoGP diberlakukan pembatasan
mesin 6 mesin untuk 1 musim.
Pada tahun 2010, kelas 250 cc digantikan oleh kelas Moto2
dengan basis mesin Honda CBR600RR dan sasis prototipe.
Pada tahun 2012, kelas MotoGP dinaikkan kapasitas
mesinnya, menjadi 1.000 cc.
Pada tahun 2012, kelas MotoGP diberlakukan regulasi CRT
(Claiming Rule Team) yang memperbolehkan Tim (Kecuali
Team Pabrikan) memakai mesin motor massal 1.000 cc
disasis prototipe.
Pada tahun 2012, kelas 125 cc digantikan oleh kelas Moto3
dengan mesin 250 cc.
Pada tahun 2014, Kelas CRT di MotoGP diganti menjadi
Open Class dan diterapkan sistem kualifikasi Knockout
Pada tahun 2016 pergantian penggunaan ban dari
Bridgestone ke Michelin.
Pada tahun 2016 semua tim MotoGP mulai dari Honda,
Yamaha, Ducati dan yg lainnya akan menggunakan 1 ECU
seragam buatan Magneti Marelli oleh Dorna. Selain itu,
perangkat keselamatan juga di terapkan dengan menambah
Sensor Tekanan ban dan Aturan baru[2] yakni penambahan
Panel Stewards untuk membantu Race Direction.
Mulai tahun 2017 penggunaan winglet dilarang, menyusul
rilis yang dikeluarkan oleh komisi grandprix pada tanggal 25
Juni 2016 atas pertimbangan keamanan.

Kalimat Ungkapan

Kalimat Ungkapan

Pengertian dan Contoh Kalimat Ungkapan - Pernahkah Anda mendengar kata-kata seperti “panjang tangan”, “kepala batu”, dan masih banyak lagi. Dalam ragam bahasa Indonesia kata – kata tersebut merupakan ungkapan.

Ungkapan sendiri merupakan sebuah frasa idiomatic yang terbentuk dari gabungan kata yang maknanya bukan ditafsirkan berdasarkan kata – kata pembentuknya, tetapi telah membentuk makna baru.

Dikarenakan ungkapan terbentuk dari gabungan kata – kata yang berbeda, maka untuk mengidentifikasi apakah gabungan kata tersebut merupakan ungkapan atau tidak, perlu dilihat ke dalam konteks kalimat yang menyertainya. Hal ini dikarenakan gabungan kata tersebut bisa memiliki dua makna yang berbeda yaitu makna sebenarnya (denotasi) dan makna kiasan (konotasi).

Contoh:

Gulung tikar

Gabungan kata teresebut belum bisa dikatakan sebagai ungkapan jika belum disertakan ke dalam kalimat karena maknaya belum jelas.

1. Andi diperintah oleh ibunya untuk gulung tikar yang ada di ruang tamu.
2. Akibat tidak ada yang membeli barang dagangannya, pengusaha itu gulung tikar.

Kalimat no dua merupakan kalimat ungkapan karena “gulung tikar” membentuk makna konotasi yaitu bangkrut, sedangkan kalimat pertama bukan merupakan ungkapan karena “gulung tikar” yang dimaksud adalah makna denotasi yaitu menggulung tikar.

Contoh – contoh ungkapan beserta kalimatnya

Buah bibir = Topik pembicaraan
Akibat kelakuan nakalnya, Budi menjadi buah bibir di masyarakat sekitar rumahnya.

Buah tangan = Oleh – oleh
Bibi membawa buah tangan dari kampung titipan nenekku.

Buah hati = Anak
Sudah lama pasangan itu menantikan buah hati, tetapi belum juga mendapatkannya.

Kepala dingin = Tenang
“Setiap masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin,” nasehat Pak Raden.

Keras kepala / Kepala batu = Bandel
Sudah berapa kali dia diingatkan, tetapi tetap saja dia keras kepala.

Kepala udang = Bodoh
“Dasar kepala udang!” bentaknya.

Panjang tangan = Suka mencuri
Di kelasku sering terjadi kehilangan barang, karena ada si panjang tangan diantara kami.

Ringan tangan = Suka menolong
Ani sangat disukai oleh teman-temannya karena dia ringan tangan.

Panjang akal = Orang yang cerdik
Penjahat itu dijuluki si panjang akal karena berhasil menipu korbannya beberapa kali.

Tangan kosong = Tak membawa apa – apa
Polisi itu melumpuhkan penjahat dengan tangan kosong.

Angat tangan = Menyerah
Setelah ditodong pistol oleh polisi, penjahat itu angkat tangan.

Omong kosong = Bualan
Aku sudah muak dengan omong kosong si Budi.

Tinggi hati = Sombong
Janganlah menjadi orang yang tinggi hati karena semua manusia sama di mata tuhan.

Setengah hati = Tak sungguh – sungguh
Dia bekerja dengan setengah hati, akibatnya pekerjaannya tidak maksimal.

Angkat kaki = Pergi
Aku memintanya untuk angkat kaki dari hadapanku segera.

Muka tembok = Orang yang tak tahu malu
Budi memang muka tembok, dia selalu saja mengganggu gadis – gadis di sekitarnya.

Hidung panjang = Orang yang suka berbohong
Jangan mempercayai si hidung panjang kalau tidak mau kecewa dibuatnya.

Gelap mata = Hilang kesabaran
Pak raden menjadi gelap mata sehingga dia membanting semua barang – barangnya.

Besar mulut = Orang yang suka membual
Aku tidak kuasa lagi mendengar si besar mulut itu berbicara.

Tulang punggung = Orang yang bertanggung jawab denga kehiduan seseorang
Joni sudah menjadi tulang punggung keluarga sejak dia tamat dari SMP.

Advertisement

Banting tulang = Kerja keras
Dia selalu banting tulang siang dan malam untuk menghidupi keluarganya.

Tulang rusuk = Pasangan hidup
Setelah lama sendiri, akhirnya aku menemukan tulang rusukku.

Berputih tulang = Mati
Lebih baik berputih tulang daripada hidup penuh kesengsaraan.

Naik darah = Marah
Karena bukunya hilang, Shinta naik darah di kelas.

Darah biru = Bangsawan
Tak ada yang mengetahui bahwa Agung adalah keturunan darah biru.

Bunga tidur = Mimipi
“Jangan takut semua itu hanya bunga tidur semata,’’ kata ibu.

Bunga desa = Gadis cantik
Semua pemuda merebutkan Ani yang merupakan bunga desa di kampung Jonggol.

Bunga bank = Uang deposito
Ayah mengahadiahi aku bunga bank di ualng tahunku yang ke 23.

Bunga bangsa = Pahlawan
Pejuang – pejuang yang gugur di medan pertempuran itu menjadi bunga bangsa kita.

Bintang lapangan = Pemain yang hebat
Ronaldo menajadi bintang lapangan di pertandingan semalam.

Naik daun = Sedang terkenal
Penyayi baru itu kini sedang naik daun.

Kambing hitam = Orang yang dipersalahkan
Budi suka mencari kambing hitam untuk menutupi perbuatannya.

Jago merah = Api
Bangunan di Pasar Rebo hangus dilalap si jago merah kemarin malam.

Meja hijau = Pengadilan
Akibat perbuatannya, dia diseret ke maja hijau.

Kutu buku = Orang yang suka membaca
Ani mengkoleksi ratusan buku dirumahnya karena dia adalah si kutu buku.

Asam garam = Pengalaman hidup
Kakek telah memakan asam garam yang sangat banyak jika dibandingan dengan diriku.

Naik pitam = Marah
Pak Sobri naik pitam ketika mendengar anaknya ditangkap polisi.

Hotel prodeo = Penjara
Penjahat itu mendekap di hotel prodeo

Sebatang kara = Hidup sendiri
Dirinya hanyalah sebatang kara tanpa orang tua dan sanak keluarga.

Kambing hitam = Orang yang dituduh bersalah
Dia dikambing hitamkan oleh teman – temannya

CONTOH UNGKAPAN YANG LAIN:
  • Banting tulang : kerja keras
  • Gulung tikar : bangkrut
  • Angkat kaki : pergi
  • Naik pitam : marah
  • Buah bibir : topik pembicaraan
  • Angkat tangan : menyerah
  • Meja hijau : pengadilan
  • Buah tangan : oleh-oleh
  • Kutu buku : orang yg suka baca buku
  • Kepala dingin : tenang
  • Jago merah : api kebakaran
  • Bunga tidur : mimpi
  • Bunga desa : gadis desa
  • Panjang tangan : suka mencuri
  • Tinggi hati : sombong

 Mau download dalam bentuk filenya klik Disini
Pembelajaran Arti dan Lambang Koperasi Indonesia Klik Disini


Senin, 13 Februari 2017

RPP Kelas 4 Semester 2

Contoh RPP Kelas 4 Semester 2


Download RPP Matematika Kelas 4 Semester 2

Download RPP PKn Kelas 4 Semester 2

Download RPP Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2

Download RPP IPA Kelas 4 Semester 2

Download RPP IPS Kelas 4 Semster 2


Semoga bermanfaat buat teman-teman guru
mohon di Share kalau ini bermanfaat.


RPP Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2

Contoh RPP Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2


Download RPP Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2

Sabtu, 11 Februari 2017

Arti dan Lambang Koperasi Indonesia



Arti dan Lambang Koperasi Indonesia Yang Baru




1.Arti lambang koperasi Rantai.Rantai melambangkan kokohnya persahabatan.jadi manusia yang berkoperasi adalah masyarakat yang suka bersahabat.cinta akan persahabatan dan tidak mudah goyah ataupun putus.Semua anggota saling terikat dan bersahabat dengan erat untuk menggapai tujuan bersama yaitu kemakmuran bagi seluruh anggota koperasi.

2.Arti lambang koperasi roda bergigi.Menggambarkan upaya keras yang di tempuh secara terus menerus seperti roda yang berputar tidak kenal lelah walaupun kadang di bawah kadang di atas.

3.Arti lambang koperasi
Kapas dan Padi.Menggambarkan kemakmuran rakyat yang di usahakan oleh koperasi Jadi tujuan koperasiadalah terwujudnya masyarakat indonesia yang makmur dan sejahtera.Cukup sandang pangan dan papan.

4.Arti lambang koperasi Timbangan Melambangkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi jadi setiap pengurus dan anggota koperasi haruslah adil dalam mengelola  koperasi. Adil dan tidak berat sebelah kepada seluruh anggota dan pengurus koperasi.

5.Arti lambang koperasi Bintang dalam perisai artinya pancasila sebagai landasan idiil koperasi Jadi pancasila menjadi landasan dalam berkoperasi serta mengamalkan kelima sila tersebut dalam kegiatan keseharian koperasi.Dengan demikian koperasi indonesia adalah insan yang setia dan mengamalkan pancasila.

6.Arti lambang koperasi Pohon beringin menggambarkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian masyarakat indonesia yang kokoh berakar Artinya masyarakat indonesia yang bergerak di bidang koperasi adalah masyarakat yang kokoh.tidak mudah goyah oleh cobaan dan gempuran ekonomi dari luar negeri.Dan siap bersaing.

7.Arti lambang koperasi "koperasi indonesia" menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat indonesia.Jadi koperasi adalah sistem ekonomi indonesia yang sangat bagus dan menjadi penggerak perekonomian indonesia

8.Arti lambang koperasi Warna merah putih menggambarkan sifat nasional Indonesi.Cinta tanah air dan bangga sebagai warga negara indonesia



Arti dan Lambang Koperasi Indonesia Yang Lama



Arti lambang koperasi lama
1.Logo  Koperasi Indonesialama  dengan  bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung arti  bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi;

2.Logo  Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4  sudut pandang mengambarkan  arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi harus:
-Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi;
-Sebagai dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan
-Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi;
-Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.

3.Lambang Koperasi  dalam bentuk tulisan Koperasi Indonesia memberi kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan zaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi,

Tulisan  Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik di dalam lingkungan internal Koperasi Indonesia maupun antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya;

4.Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi kesan kalem sekaligus berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya;

5..Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup berkoperasi yang memuat :
Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang;

6..Gambar : 4  kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya, menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi Indonesia

Materi Bahasa Indonesia Kalimat Ungkapan Klik Disini




Sabtu, 04 Februari 2017

Penggunaan Huruf Kapital

Penggunaan Huruf Kapital

Apa itu huruf kapital?, menurut KBBI,  huruf kapital atau huruf besar adalah  huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar daripada huruf biasa), biasanya digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat, huruf pertama nama diri dan sebagainya, seperti A, B, C, D, E. Penggunaan huruf kapital harus sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Bagaimana penggunaan huruf kapital yang benar sesuai eyd?, pedoman penulisan huruf kapital yang benar sesuai ejaan yang disempurnakan adalah sebagai berikut:

1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. 


Contoh penggunaan huruf kapital di awal kalimat:
  • Panduan penulisan huruf kapital
  • Contoh penulisan huruf kapital dalam kalimat
  • Tata cara penulisan huruf kapital yang benar
  • Dia membaca buku. 
  • Kita harus bekerja keras.
  • Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.
  • Kita harus bekerja keras.
  • Apa maksudnya?
  • Penggunaan huruf besar dalam kaidah bahasa Indonesia
  • Makalah penggunaan huruf kapital dan tanda baca
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. 

Contohnya:
  • Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
  • Orang itu menasihati anaknya, "Berhati-hatilah, Nak!"
  • "Kemarin engkau terlambat," katanya.
  • "Besok pagi," kata Ibu, "dia akan berangkat."
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan. 

Contohnya:
  • Allah
  • Islam 
  • Quran
  • Katolik
  • Protestan
  • Injil
  • Hindu
  • Budha
  • Weda
  • Yang Mahakuasa
  • Yang Maha Pengasih
  • Yang Maha Penyayang
  • Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
  • Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

4. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. 

Contohnya:
  • Nabi Adam
  • Nabi Musa
  • Nabi Isa
  • Nabi Muhammad 
  • Imam Syafii
  • Imam Hanafi
  • Haji Joko Widodo 
  • Mahaputra Yamin
  • Sultan Hasanuddin
  • Haji Agus Salim
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. 

Contohnya:
  • Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
  • Pada tahun ini dia pergi naik haji.
  • Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai.
5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. 

Contohnya:
  • Presiden Soekarno
  • Presiden Soeharto
  • Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Presiden Abdurrahman Wahid
  • Presiden Megawati Soekarnoputri
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  • Presiden Joko Widodo
  • Wakil Presiden Mohammad Hatta
  • Wakil Presiden Adam Malik
  • Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  • Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah
  • Wakil Presiden Sudharmono
  • Wakil Presiden Try Sutrisno
  • Wakil Presiden Hamzah Haz
  • Wakil Presiden Boediono
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla
  • Perdana Menteri Nehru
  • Profesor Supomo
  • Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
  • Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
  • Gubernur Jawa Tengah
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. 

Contohnya:
  • Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
  • Sidang itu dipimpin Presiden.
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.
c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.

Contohnya:
  • Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu?
  • Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal.
  • Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.
6. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Contohnya:
  • Amir Hamzah
  • Dewi Sartika
  • Wage Rudolf Supratman
  • Halim Perdanakusumah
  • Anies Baswedan
Catatan:

(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, van, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal).

Contohnya:
  • J.J de Hollander
  • J.P. van Bruggen
  • H. van der Giessen
  • Otto von Bismarck
  • Vasco da Gama
(2) Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.

Contohnya:
  • Abdul Rahman bin Zaini
  • Ibrahim bin Adham
  • Siti Fatimah binti Salim
  • Zaitun binti Zainal
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. 

Contohnya:
  • pascal second : Pas
  • J/K atau JK-1 : joule per Kelvin
  • N : Newton
c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. 

Contohnya:
  • mesin diesel
  • 20 volt
  • 5 ampere
7. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. 

Contohnya:
  • bangsa Eskimo
  • suku Sunda
  • suku Sunda
  • suku Batak
  • bahasa Indonesia
  • bahasa Inggris
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan. 

Contohnya:
  • pengindonesiaan kata asing
  • keinggris-inggrisan
  • kejawa-jawaan
8. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.

Contohnya:
  • tahun Hijriah
  • bulan Januari
  • bulan Agustus
  • hari Jumat
  • hari Minggu
  • hari Lebaran
  • tarikh Masehi
  • bulan Maulid
  • hari Galungan
  • hari Natal
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah.

Contohnya:
  • Perang Badar
  • Perang Candu
  • Perang Dunia I
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. 

Contohnya:
  • Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
9. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi.

Contohnya:
  • Banyuwangi
  • Asia Tenggara
  • Cirebon 
  • Amerika Serikat
  • Eropa 
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi. 

Contohnya:
  • Bukit Barisan
  • Danau Toba
  • Dataran Tinggi Dieng 
  • Gunung Semeru
  • Jalan Diponegoro 
  • Jazirah Arab
  • Ngarai Sianok 
  • Lembah Baliem
  • Selat Lombok 
  • Pegunungan Jayawijaya
  • Sungai Musi 
  • Tanjung Harapan
  • Teluk Benggala 
  • Terusan Suez
c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. 

Contohnya:
  • ukiran Jepara
  • tari Melayu
  • asinan Bogor
  • pempek Palembang
  • sarung M andar
  • sate Mak Ajad
d. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.

Contohnya:
  • berlayar ke teluk
  • mandi di sungai
  • menyeberangi selat 
  • berenang di danau
e. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.

Contohnya:
  • nangka belanda
  • kunci inggris
  • petai cina
  • pisang ambon
10. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk. 

Contohnya:
  • Republik Indonesia
  • Departemen Keuangan
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
  • Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi. 

Contohnya:
  • beberapa badan hukum
  • kerja sama antara pemerintah dan rakyat
  • menjadi sebuah republik
  • menurut undang-undang yang berlaku
Catatan:

Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.

Misalnya:

Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah. Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.


11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan. 

Contohnya:
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
  • Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
  • Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan.
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. 

Contohnya:
  • Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  • Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
  • Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
  • Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri. 
Contohnya:
  • Dr. doktor
  • S.E. sarjana ekonomi
  • S.H. sarjana hukum
  • S.S. sarjana sastra
  • S.Kp. sarjana keperawatan
  • M.A. master of arts
  • M.Hum.   magister humaniora
  • Prof. profesor
  • K.H. kiai haji
  • Tn. tuan
  • Ny. nyonya
  • Sdr. saudara
Catatan:

Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.

14. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.

Contohnya:
  • Adik bertanya, "Itu apa, Bu?"
  • Besok Paman akan datang.
  • Surat Saudara sudah saya terima.
  • "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto.
  • "Silakan duduk, Dik!" kata orang itu.
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan. 

Contohnya:
  • Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
  • Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
  • Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.
15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. 
Contohnya:
  • Sudahkah Anda tahu?
  • Siapa nama Anda?
  • Surat Anda telah kami terima dengan baik.
16. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu